Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

Situs Ini Masih Dalam Tahap Pengembangan
 

INISIATIF
by : M. Hasan

Inisiatif adalah satu tema pernyataan yang saat ini sedang saya alamatkan kepada diri sendiri. Inisiatif dekat hubungannya dengan kepeloporan. Para pelopor adalah pribadi-pribadi yang memiliki kekuatan inisiatif kerja yang menembus ruang-ruang waktu.Inisiator seringkali mengawali kerjanya dari kritik terhadap realitas. Terlebih ketika mereka melihat adanya jarak yang menjeda antara cita-cita dengan karakter zaman.

Inisiatif seharusnya tidak menjadi monopoli komunitas yang sedikit. Karena sifat ini telah dilekatkan Allah kepada makhluknya yang bernama manusia dengan bekalan berupa akal dan budi. Manusia tidaklah seperti aktor dalam panggung sandiwara. Dan Tuhan bukanlah dalang yang mendikte setiap gerak gerik wayang manusia. Allah memang zat yang maha berkehendak dan maha mengetahui, akan tetapi manusia dengan kehendak-Nya sendiri ditakdirkan memiliki kebebasan untuk bertindak,memilih. Dan oleh karenanya mereka memiliki inisiatif. Allah telah mendiktekan bingkai pilihan manusia, ketika wahyu diturunkan. Dan manusia dituntut memiliki inisiatif untuk memakmurkan dunia yang dipimpinnya.

Dakwah yang sedang diperjuangkan eksistensinya adalah sebuah kerja yang sistematis. Dakwah ini berjalan di atas satu manhaj yang menggiring kita kepada cita-cita besar. Rasulullah telah melakukan kerja-kerja dakwah yagn terencana dengan tangga-tangga tahapan yang rapi. Bahkan kerapihan ini dapat dilihat dari sedemikian detailnya perhatian dakwah kepada medannya yang luas. Ketika saat ini ada dakwah di kampus maka disana ada manhajnya. Seperti kerja jam mekanik yang bermacam-macam membuat sistemnya begitu rumit. Masing-masing roda mekanik tersebut memiliki fungsi tersendiri dan mereka bekerja bersama dengan satu tujuan agar jarum jam menunjukkan waktunya dengan tepat. Saya yakin bahwa dakwah ini memiliki detail dengan pemikiran yang mendalam elemen-elemen yang mendukung kerjanya. Peralihan dakwah ini dari satu tahap ke tahap yang lain seringkali tidaklah diukur dengan parameter waktu. Kepastian rentang waktu sangat minim. Kematangan sosial pendukung dakwah dan masyarakatnyalah yang menjadi pemicu bergesernya anak tangga dakwah. Tahapan tidak akan bergeser manakala hilangnya inisiatif dari manusia pendukungnya. Berinisiatif berarti mempercepat putaran sejarah. "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum hingga mereka merubah keadaannya sendiri" (Ar-Ra'du :11). Tidak akan pernah terjadi pergerakan manakala tidak ada unsur di dalam komunitas tersebut yang mengambil inisiatif. Visi perjuangan dengan metodenya telah dipaparkan. Setelah itulah datang waktu emas untuk mengambil inisiatif. Atau ketika roda perjalanan berputar dalam pragmatisme yang menjadi kebutuhan, maka di sana dibutuhkan inisiatif untuk menjadi cikal bakal mainstream yang menjadi kebutuhan perjuangan di masa depan.

Banyak ruang kosong dalam kerja bersama yang membutuhkan inisiatif dari para pendukungnya. Paradigma kedisiplinan diciptakan bukan untuk mematikan inisiatif kebaikan. Salman adalah seorang sahabat yang telah mempelopori pembuatan parit dalam perang ahzab. Umar telah mendorong Khalifah untuk mengumpulkan Al-Quran tanpa merusak ritme perjuangan di zaman itu. Pemahaman yang baik menjadi prasyarat sebuah inisiatif konstruktif. Akan tetapi, tidak takut salah langkah adalah awal yang perlu dicamkan agar tidak terjebak dalam apatisme berkepanjangan. "...yang terbaik diantara kamu ketika jahiliyah adalah yang terbaik ketika Islam. Jika Ia paham"

Wallahu A'lam

Sekretariat :
Masjid UI Lt. 2
Pusgiwa UI Lt. 1 Telp 7270201
E-mail :
salamui@eudoramail.com